Makalah Membuat Nata de Coco

14 11 2011

Berikut ini adalah contoh makalah pembuatan nata de coco, silahkan simak ya….

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Nata de coco merupakan makanan hasil fermentasi air kelapa dengan bantuan Acetobacter xylinum. Nata de coco rasanya menyegarkan dan mengandung banyak serat sehingga baik untuk pencernaan. Nata de coco juga dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol.

Nata berkalori rendah (kadar serat kasar 2,5%) memiliki kandungan air 98% dengan tekstur agak kenyal, padat, kokoh, putih, dan trasparan. Serat yang ada dalam nata jenis ini sangat dibutuhkan dalam proses fisiologis, bahkan dapat membantu para penderita diabetes mengatasi masalah dehidrasi.

B. Rumusan Masalah

1) Apa peran dari bakteri Acetobacter Xylinum?
2) Bagaimana cara pembuatan nata de coco?

C. Tujuan Penulisan

Penulisan makalah ini bertujuan untuk :

1. Mengetahui peran bakteri Acetobacter Xylinum pada nata de coco.
2. Untuk mengetahui cara pembuatan nata de coco .

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Bakteri Acetobacter xylinum

Bibit nata adalah bakteri Acetobacter xylinum yang akan dapat membentuk serat nata jika ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah diperkaya dengan karbon dan nitrogen melalui proses yang terkontrol. Dalam kondisi demikian, bakteri tersebut akan menghasilkan enzim yang dapat menyusun zat gula(glukosa) menjadi ribuan rantai serat atau selulosa. Dari jutaan renik yang tumbuh pada air kelapa tersebut, akan dihasilkan jutaan lembar benang-benang selulosa yang akhirnya nampak padat berwarna putih hingga transparan, yang disebut sebagai nata.

Acetobacter Xylinum dapat tumbuh pada pH 3,5 – 7,5, namun akan tumbuh optimal bila pH nya 4,3, sedangkan suhu ideal bagi pertumbuhan bakteri Acetobacter Xylinum pada suhu 28°– 31 °C. Bakteri ini sangat memerlukan oksigen.

Asam asetat atau asam cuka digunakan untuk menurunkan pH atau meningkatkan keasaman air kelapa. Asam asetat yang baik adalah asam asetat glacial (99,8%). Asam asetat dengan konsentrasi rendah dapat digunakan, namun untuk mencapai tingkat keasaman yang diinginkan yaitu pH 4,5 – 5,5 dibutuhkan dalam jumlah banyak. Selain asam asetat, asam-asam organik dan anorganik lain bisa digunakan.

BAB III. PROSES PEMBUATAN
NATA DE COCO

A. Bahan dan Alat

Bahan-bahan pembuatan nata de coco terdiri atas air kelapa, starter Acetobacter, pupuk ZA, cuka 95%, dan gula pasir. Sedangkan alat yang digunakan adalah alat penyaring, panci, kompor, baskom, nampan, gayung, dan rak untuk penyimpanan.

B. Cara Membuat

Berikut ini cara membuat nata de coco dari 150 liter air kelapa.

  • Siapkan air kelapa. Saring, kemudian rebus hingga mendidih.
  • Masukan pupuk ZA 50 gram, cuka 95% 50 cc, dan gula pasir ½ kg. aduk hingga semua bahan larut.
  • Angkat, kemudian pindahkan ke dalam nampan menggunakan gayung. Tutup rapat menggunakan koran. Letakkan di tempat rata. Diamkan selama satu malam.
  • Setelah satu malam tuangkan larutan starter yang mengandung bakteri acetobacter ke dalam nampan.

Pembuatan starter
Untuk starter bisa diperoleh di toko kimia atau perusahaan yang membuat nata de coco, atau bagi yang ingin membuatnya sendiri bisa dengan cara sebagai berikut :

    1. Sediakan buah nanas yang matang dan dikupas kemudian dicuci bersih dan dipotong kecil-kecil untuk memudahkan penghancuran.
    2. Buah nanas yang telah dihancurkan kemudian diperas sari buahnya sampai habis dan ampas nanas dicampur dengan gula pasir serta air dengan perbandingan 6 : 3 : 1 ( Ampas nanas : Air : Gula )
    3. Campuran diaduk sampai rata dan dimasukan kedalam botol kemudian ditutup dengan kertas disimpan selama 2 minggu sampai terbentuk lapisan putih di atasnya.
    4. Larutan ini merupakan starter untuk pembuatan nata de coco
  • Satu nampan membutuhkan 10 ml larutan starter. Simpan sekitar tujuh hari di atas rak. Selama penyimpanan pastikan nampan tidak bergoyang, karena dapat mengagalkan pembentukan nata. Suhu ruangan selama penyimpanan 28-30°C.
  • Tujuh hari setelah penyimpanan lembaran nata akan terbentuk. Kulit ari yang menempel pada nata dapat dibersihkan menggunakan air bersih yang mengalir. Setelah jadi nata dapat dipotong-potong berbentuk kubus berukuran kecil. Rendam dalam air bersih hingga rasa asamnya hilang. Agar tahan lama, rebus selama 5-10 menit.
  • Nata dapat dikemas menggunakan botol atau plastik, yang telah diberi sirup gula. Adapun cara membuat sirup gula yaitu menggunakan gula pasir dan air dengan perbandingan 2:1.

Untuk membuat produk nata de coco hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
Perhatikan jumlah pupuk ZA yang digunakan. Semakin banyak mengguakan pupuk ZA, tekstur nata de coco yang dihasilkan menjadi padat dan keras. Sebaliknya, takaran pupuk ZA yang tepat dapat membuat tekstur nata menjadi renyah. 50 gram pupuk ZA dapat digunakan untuk membuat nata dari 150 liter air kelapa. Meskipun begitu, semakin padat tekstur nata, semakin banyak kandungan seratnya.

Selama proses produksi kebersihan alat-alat dan bahan yang digunakan harus diperhatikan, karena sangat memengaruhi kualitas nata yang dihasilkan. Alat-alat dan bahan yang tidak bersih bahkan dapat menggagalkan proses pembuatan nata. Misalnya, nata tetap mencair dan tidak membentuk lembaran.

THANK YOU FOR YOUR ATTENTION

Ini masih ada lagi……

Berikut ini saya tampilkan cara pembuatan nata de coco (skala kecil DARI 4 LITER AIR KELAPA).
Yuk, simak cara pembuatannya menurut tim PPL Biologi UNJ!

img

1. Bahan

- 4 liter air kelapa murni dengan pH 3-4
– 1 botol bibit bakteri Azetobacter xylinum
– 0,6 gram pupuk urea/ZA
– 20 ml cuka/liter air kelapa
– 100 gram gula/liter air kelapa

img

2. Cara membuat

- Panaskan air kelapa. Masukkan pupuk, cuka, dan gula. Masak sampai mendidih.
– Masukkan ke loyang, tutup dengan kertas koran. Simpan dengan suhu 28-31 C selama 1 hari.
– Buka tutupnya sedikit, masukkan bibit bakteri sebanyak 100-150 cc. Tutup kembali. Simpan selama 6-7 hari.
– Air kelapa menjadi padat. Potong-potong dadu nata de coco tersebut.
– Rendam dalam air bersih hingga rasa asamnya hilang. Agar tahan lama, rebus selama 5-10 menit.

3. Kandungan nutrisi
-Sari kelapa mengandung air sekitar 98%, lemak 0,2%, kalsium 0,012%, fosfor 0,002%, vitamin B3 0,017%, serta serat pangan. Sari kelapa berperan dalam proses pencernaan yang terjadi di usus halus dan penyerapan air dalam usus besar. Makanan ini juga mengandung protein dari bakteri Acetobacter xylinum, sehingga dapat digolongkan sebagai probiotik.
4. Kemasan dan penyajian
Biasanya, nata de coco dijual dalam sirup berbagai rasa sehingga siap disantap sebagai dessert. Umumnya bentuknya dadu kecil 1 cm. Kini, selain rasa natural juga ada yang diberi rasa jeruk, vanili, leci, melon, dan strawberry. Sari kelapa enak dicampur dalam minuman es, puding, salad buah, atau bubble tea sebagai alternatif yang lebih sehat dibanding bubble dari tepung tapioka.

GAMBAR PENDUKUNG:

imgimg

About these ads

Aksi

Information

3 responses

21 12 2012
Kusnata

Tnya bos,tuk cuka bs pake cuka dapur ga?ketahanan nata de coco bs tahan berapa hari?bibit nata de coco klu sisanya bs d simpan berapa lama?tx

24 10 2013
Dista Yufiana Aris Maya

:: DapusX Nggak ada Ea…??? ::

18 12 2013
Miftahul B

Daftar pustaa nya ada, tapi sekarang sy blm bisa masukkan karena file mklahnya terlupa smpan dimana…. maaf ya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: